Wisata Tangkuban Perahu

Wisata Tangkuban Perahu adalah salah satu tempat wisata Bandung yang terletak di Lembang Sebelah utara dari kota bandung,  di tangkuban perahu terdapat sebuah gunung berapi yang letaknya kurang lebih 30 km dari lembang, gunung berapi ini terakhir meletuk pada tahun 1959, tempat ini adalah tempat wisata yang cukup populer di kalangan wisata lokal maupun mancanegara, berada di tangkuban perahu ini membuat suasana tenang, karena kita disajikan keindahan alam yang sangat menagjubkan yang ada disekitarnya sekaligus kita bisa mendaki naik ke tepi kawah yang disana kita dapat melihat mata air panas dan lumpur mendidih dan kita dapat merebus telur mentah di dalamnya, biasanya disana banyak yang jual telur mentah, atau kita bisa bawa ayam kita buat bertelur di sana,jadi begitu keluar dari ayam tuh telur bisa langsung di makan..he..he..,tp jangan ayamnya kita jeburin ke situ, kasihan...tar tuh keluarga ayamnya pada nyariin, buat kita yang hobi dengan memotret atau istilahnya fotografi gitu?? Kebanyakan orang bilang sih fotografer  ga tau deh apa yang penting mah tempat ini sangat cocok dijadikan target shoot buat mereka-mereka yang hobi sama memotret.

Tangkuban perahu biasanya orang sunda bilang tangkuban parahu ga jauh beda sih,Cuma bedanya di kata “Parahu”nya aja, kalau orang bule bilang mah upturned boat bahasa indonesianya mah perahu terbalik, ada lagi kalau di sundain mah parahu tiguling..he..he..dalam sebuah cerita legenda masyarakat tangkuban perahu ini merupakan sebuah cerita yang kita kenal dengan cerita Sangkuriang, yang konon si sangkuriang ini suka sama ibu kandungnya sendiri. Baca Cerita lengkapnya Disini...

Sejarah Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu adalah salah satu wisata yang berada di lembang Bandung, Di tangkuban perahu ini terdapat salah satu gunung berapi yang mungkin masih aktif hingga sekarang, jika kita lihat dari jarak jauh Gunung ini emang menyerupai perahu yang kebalik atau tiguling kalo bahasa sundanya mah, emang kalau dalam legenda masyarakat gunung ini dikaitkan dengan cerita Sangkuring, kisah anak yang menyukai ibu kandungnya sendiri.


Ketinggian gunung tangkuban perahu ini kurang lebih 2048 meter dari permukaan laut, gunung ini memiliki kawah aktif, dari jumlahnya kawah ini berjumlah sembilan kawah, dalam sejarah geologi gunung tangkuban perahu ini merupakan sisa dari gunung sunda dan termasuk gunung purba di Indonesia, menurut ahli geologi kawasan dataran tinggi di bandung yang memiliki ketinggian kurang lebih 709 meter dari permukaan laut adalah merupakan sisa dari sebuah danau besar yang terbentuk akibat dari pembendungan sungai Citarum, sehingga kalo dikaitkan dengan legenda masyarakat gunung ini berkaitan dengan peristiwa saat itu.

Gunung berapi tangkuban perahu ini terbentuk dari letusan gurung sunda yang memulai letusan pertamanya pada tahun 1829 dan terakhir meletus pada tahun 1929, berikut catatan letusanya :


karena seringnya gunung ini meletus akhirnya banyak kawah yang terdapat di sekitarnya, kawah disini dinamain, namanya pun keren-keren kaya kawah Ratu (ini termasuk kawah yang paling besar) terus kawah Baru, kawah Domas, Kawah Jurig, Kawah Siluman, kawah Upas dan yg terakhir namanya Paguyuban Badang, kawah-kawah disini masih aktif bahkan ada beberapa kawah yang dilarang didekati karena mengandung uap yang beracun..

Cerita Sangkuriang

Sangkurang sebuah legenda masyarakat tatar sunda yang mengisahkan terciptanya danau di gunung tangkuban perahu di daerah Lembang Bandung, alkisah kita ke TKP...


Alkisah Diceritakeun ada dua sepasang dewa dan dewi yang melakukan kesalahan dan diturunkanya dewa dan dewi ke bumi dalam bentuk hewan oleh SangHyang Tunggal,sang dewa tersebut wujudnya berbentuk anjing yang bernama Si Tumang dan sang Dewi berwujud Babi hutan dan bernama Celeng, mereka di turunkan ke bumi atas kesalahan yang mereka lakukan dan sebagai hukumnya mereka harus bertapa untuk menebus kesalahan mereka agar mereka bisa kembali ke wujud semula mereka yaitu menjadi Dewa dan Dewi.

Hari-hari berlalu tanpa mereka sadari, suatu ketika ada seorang raja yang bernama Raja Sungging, tuh Raja ceritanya lagi berburu kehutang,  begitu raja ini kebelet pegen pipis, otomatis dong masa aja ada toilet umum di hutan, kan mustahil, tuh raja pipis sembarangan deh, tuh air seni si raja tertampung di dedaunan kering atau kalo menurut kisih yang lain mah tertampungnya di batok kelapa, tapi sama aja ga jauh berbeda, nah disisi lain si Caleng atau si dewi yang berubah jadi seekor babi karna cape habis tapa tuh dewi kehauasan, dewi ini tanpa sengaja meminum air seni yang ditinggalkan oleh raja yg tadi pipis sembarangan, keajaiban pun datang sang Dewi pun hamil dan melahirkan bayi yang sangat cantik, bukan bayi babi yah, kan pada dasarnya sang dewi ini seorang dewi, nah si bayi ini ditemukan oleh sang raja, yang padahal raja itu tuh ayahnya dari bayi ini, dan bayi itu pun dibawanya pulang ke keraton oleh sang raja dan diberi nama Dayang Sumbi atau Rarasati, waktu bayinya cantik pasti pas dewasanya pun cantik, Bayi itu pun tumbuh menjadi dewasa,karna kecantikan dari dayang sumbi banyak kalangan raja dan pangeran yg suka padanya dan ingin meminangnya, tetapi ga ada yang sreg kalo kata orang sunda mah, dalam kata lain ga diterima..

Karna ngerebutin pujaan harinya tuh raja dan pangeran saling berperang,  dayang sumbi pun meminta ijin untuk mengasingkan diri ke sebuah bukit dengan ditemani anjing, masih inget kan si anjing ini siapa?betul...anjing itu tuh sang Dewa yang berubah wujudnya, namanya Si Tupang, ketika sang dewi sedang asik menenun kain, eh tuh torompong atau torak yang digunakan untuk bertenun kain tuh terjatuh, dayang sumbi males ngambil, tanpa sengaja dayang sumbi ngucapin janji dasar emang lagi galau kali yah..janjinya yang dayang sumbi ucapin siapa pun yang mengambilkan tuh torompong atau torak, jika dia laki-laki akan menjadi suaminya dan jika perempuan akan jadi saudarinya, eh malah si tupang yang ngambiling, otomatis dong masa dayang sumbi mau narik kata-katanya, mau ga mau akhirnya dayang sumbi nikah sama tuh si Tupang, karena malu akhirnya kerajaan beber-bener ngasingin Dayang sumbi ke hutan dan hidup berdua sama Anjing, bulan purnama pun datang dan keajaiban pun datang si tupang berubah wujud menjadi Dewa lagi, dikira Dayang sumbi, dayang sumbi sedang mimpi bercumbu dengan sang dewa yang sangat keren dan tampan, padahal mah ga mimpi..akhirnya Dayang sumi hamil dan melahirkan anak laki-laki yang di berinama SANGKURIANG..

Sangkuriang pun tumbuh menjadi remaja keren, tampan dan gagah, suatu ketika Dayang sumbi pengen bangat makan hati menjangan, akhirnya dengan ditemeni si tupang yang padahal bapaknya sendiri, sangkuriang pun pergi berburu ke hutan, waktu pun cepat berlalu, sangkuring pun belum mendapatkan satupun buruanya, hingga akhirnya sangkuriang ngeliat babi hutan yang sedang berlari, akhirnya tuh si tupang di perintahin sangkuriang buat ngejar tuh babi yang padahal babi itu teh  neneknya sendiri yaitu Celeng Wayung Hyang dewi yang berubah jadi babi, ya karna si Tupang kenal ma tuh babi ga mau donk si tupang ngejar tuh babi, karena kesal akhirnya sangkuriang menakut-nakuti si tupang dengan anakpanah, ga sengaja anakpanah pun terlepas kenah deh si tupang ke panah dan akhirnya meningal, sangkuriang pun panik dan kebinggungan dah ga dapet buruan tuh si tupang pun ia bunuh, akhirnya si tupang yang di sembelih dan di ambil hatinya tuk diberikan ke mamanya dayang sumbi, akhirnya tuh hati di masak dan dimakan, begitu dayang sumbi tau kalau hati yang ia makan hatinya si tupang suaminya sendiri, dayang sumbi pun marah besar, di getok tuh si sangkuriang ma sendok dah gitu si sendok teh terbuat dari tempurung kelapa, keras dong sampe-sampe kepala sangkuriang terluka..

Sangkuriang pun panik dan lari ketakutan meninggalkan rumah, dayang sumbi ngerasa menyesal dengan apa yang ia lakukan mengusir anaknya sendiri, ia pun mencarinya hingga ke hutan untuk menggajak anaknya kembali ke rumah,akan tetapi sangkuring tidak ditemukan, Dayang sumbi sedih dah memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar kelak nanti dipertemukan kembali sama anaknya sangkuriang, ia pun menjalankan tapa dah hanya memakan tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran(vegetarian kalo sekarang mah).

Disisi lain Sangkuriang terus mengembara keliling dunia, kebayang kan belum ada pesawah donk...ia pun banyak berguru dari berbagai petapa sakti, sekarang sangkuriang bukan bocah ingusan lagi, ia sakti dah gagah perkasa, lama mengelilingi dunia sangkuring pun tanpa sadar kembali ke tenah kelahiranya dimana ibunya Dayang sumbi tinggal, begitu lama tidak bertemu sangkuriang pun sudah tidak mengenali ibu kandungnya sendiri, ia bertemu dengan putri cantik yang padahal putri itu ibu kandungya sendiri , inilah dampak dari vegetarian dan tapa selama ini, Dayang sumbi masih tetap kelihatan cantik dan awet muda, awalnya Dayang sumbi juga ga kenal bahwah lelaki yang ia temui itu adalah putranya sendiri, merekapun pacaran, saat mereka sedang mesra-mesraan saat Dayang sumbi sedang menyisir rambut sangkuriang tanpa senggaja Dayang sumbi menggetahuin bahwa sangkuriang itu adalah anaknya,hayo kenapa bisa tau tuh dayang sumbi??? Waktu marah kan dayang sumbi pernah ngetok anaknya pake sendok sampe luka, nah bekas luka itulah yang menjadi ciri-ciri anaknya dayang sumbi, sangkuriang pun ga peduli, ia tetap ingin menikahi Dayang sumbi, Dayang sumbi pun berusaha menok Sangkuriang, karna Sangkuriang kekeh pada pendirianya, Dayang sumbi pun mencari cara dengan membuat persyaratan yang harus Sangkuriang penuhi, yaitu dengan membuat sebuah perahu dan telaga danau dengan cara membendung sungai Citarum dalam waktu semalam, mustahil donk...itulah yang Dayang sumbi pikirkan, dengan membuat persyaratan yang mustahil untuk menolak pinangan dari anaknya sendiri..tapi Sangkuriang menyangupi persaratan yang Dayang sumbi berikan...

Akhirnya di buatlah tuh perahu yang bahanya dari pohon yang sekarang berubah menjadi Gunung Bukit Tanggul di arah timur, dan rantingnya menjadi Gunung Burangrang di sebelah Barat, dengan bantuan mahluk halus Yang disebut Guriang, bendungan pun dengan cepat dibuatnya, Dayang sumbi pun panik dah berdoa memohon kepada Sang Hyang Tunggal agar apa yang Sangkuriang kerjakan tidak tercapai, sambil menebarkan helai kain boeh rarang, kain putih yang ia buat sendiri, dan kain putih itu pun bercahaya bagi matahari fajar dari ujung timur, akhirnya para guriang atau mahluk halus anak buah sangkuriang lari ketakutan, dikiranya hari mulai pagi, akhirnya mereka menghilang dan pembuatan kapal dan danau pun gagal, sehingga sangkuriang ngamuk, bendungan di Sanghyang Tikoro yang sudah ia buat akhirnya dirusaknya, sumber mata air citarum menggalir dan menjadi Gunung Manglayang di arah timur, air telaga Bandung pun surut kembali, perahu yang telah ia buat dengan susah payah ditendangnya dan berubah menjadi Gunung Tangkuban perahun di arah utara, akan tetapi Sangkuriang pun masih tetap mengejar Dayang sumbi, dengan lari sekuatnya dan pada akhirnya Dayang sumbi pun terpojok di Gunung Putri dan hampir tertangkap Sangkuriang, Dayang sumbi pum memohon kembali kepada Sang Hyang Tunggal untuk menyelamatkanya, akhirnya Dayang sumbi pun berubah menjadi setangkai bungga Jaksi, konon katanya sangkuring menghilang ke alam gaib di daerah Ujung berung..

Sekian....